Jayaloka ku Masih Seindah Dulu | || Bukan manusia setengah dewi ||

Wednesday, August 21, 2013

Jayaloka ku Masih Seindah Dulu


Nama saya mala, mungkin gag semua orang jayaloka kenal sama saya, sama kayak saya, gag semua orang jayaloka saya kenal. #YaIyaLah.
 
Jadi gini, beberapa hari yang lalu saya ulang tahun yang ke 21 tahun ( jangan ucapin selamat ulang tahun karena udah telat *basi woiii ) dan blog saya umurnya udah 2 tahun, selama itu saya belum pernah membuat postingan mengenai tempat saya dibesarkan. Jadi, kali ini saya ingin sedikit cerita mengenai sebuah perkampungan tempat dimana saya pertama kali mengenal kehidupan. Namanya Jayaloka, Jayaloka itu adalah nama salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Musi Rawa dan Musi Rawas adalah nama salah satu kabupaten yang ada di Sumatera Selatan jadi saya adalah orang Sumatra *Jreng-jreng*

Alhmdulilah, seperti apapun Jayaloka saat ini Jayaloka masih menjadi tempat paling nyaman untuk ‘pulang’.
Seminggu sebelum lebaran saya mudik dan mudik adalah masa-masa yang paling diinginkan oleh para perantau payah yang berkedok mahasiswa, kayak saya #Jleeb. 


Setelah melewati ±8 jam perjalanan kereta dan ±2 jam perjalan mobil akhirnya saya sampai juga dijayaloka. Ternyata Jayaloka ku masih seindah dulu.

  •  Udara

Ketika bangun tidur dan membuka jendela kamar saya masih bisa menghirup segarnya udara pagi, embun, semilir angin, pohon-pohon yang masih berdiri kokoh. Sore disini juga adem, daun masih hijau, rumputnya juga  masih hijau belum berubah menjadi kerasnya aspal .

  • Masyarakat

Dari jaman saya kecil sampai sekarang, dari masih tinggal didesa margatunggal sampai udah pindah ke desa bumirejo kalau ada tetangga yang lagi ngadain acara sedekahan atau apapun tanpa diundang mereka para tetangga kanan-kiri pada datang untuk bantuin. Solit, gotong royongnya masih kuat banget kalau di kota besar tinggal calling tukang katring *ckckck

  • Pariwisata

Kalau ngomongi pariwisata diJayaloka gag ada tempat pariwisata yang ada hanya pohon karet, pohon karet dan pohon karet. Kalau mau jalan-jalan masyarakat jayaloka biasanya ke Dam Gegas di kecamatan Sukakarya. Kecamatan Sukakarya dulunya masuk Jayaloka tapi sekarang udah menjadi kecamatan sendiri.
  • Pasar Minggu

Hari minggu adalah hari libur yang paling menyenangkan menurut saya. Selain libur sekolah hari minggu juga waktunga kepasar, hobbynya buntuti ibu kepasar selalu minta beli’in majalah bobo. *aha Sampai sekarang pun pasar dijayaloka  adanya cuma di hari minggu, pedagangnya mulai dari masyarakat asli Jayaloka sampai masyarakat dari kota Lubuklinggau. Kalau hari minggu Jayaloka rame kayak pasar *Ya iyalah kan emang pasaran*

  • Mata Pencarian

Rata-rata masyarakat jayaloka mata pencariannya adalah petani karet lalu sisanya pedagang, pegawai dan berbagai pekerjaan lainya. Keluarga saya juga petani karet walaupun harga karet kayak ABeGe labil tapi alhamdulilah masih bisa menghidupi keluarga kecil kami *Prok-prok*

Jayaloka kurang lebih 12 tahun yang lalu masih menjadi daerah yang tertinggal tapi sekarang kendaraan dari yang sederhana sampai yang mewah pun ada disini, rumah-rumah udah jarang yang terbuat dari kayu dan beratap jerami :)), jalan-jalan udah bagus, warung-warung klontong sampai ruko-ruko mewah udah banyak berjejer di sepanjang jalan, pemuda-pemudinya juga udah pinter-pinter udah banyak yang kuliah dan diterima di kampus-kampus negri dan kampus swasta terkenal lainnya terutama alumni dari Smp Negri 1 Margatunggal, misalnya aja saya *Huahahah #Sombong :D* tapi salut masyarakatnya tetep megutamkan gotong royong dan ramah-ramah pastinya #yihaaaa *Ayoo ke Jayaloka :D*

Oya” Kemarin sempet buka bareng gitu sama temen-temen alumni Smp Negri 1 Margatunggal meraka juga gag berubah masih tetep care, Yang dateng juga banyak banget sampai pindah tepat, awalnya mau buber di mie ayam kp.6 karena yang dateng banyak banget jadi kita pindah deh buber di kp.10 :D.

Berikut ini beberapa twipic buber Alumni SMP N 1 Margatunggal *Cuma satu sih haha*

ria, mirla, mala, sri, neli, eel, oni, via dan  afni

Fyi aja, Ini buber tahun 2012 dan di tempat yang sama.

Ffuuuhh, ternyata banyak juga tulisan saya, kayaknya segitu aja tulisan saya mengenai tempat dimana saya dibesarkan “Jayaloka”  ( tempat yang Jaya ). Semoga kita pemuda-pemudi jayaloka selalu bangga menjadi warga jayaloka dan berusaha membangun jayaloka menjadi lebih baik. “Udah kayak ibu camat pidato belum sih?  #jleeeb :D 


Tb : Tampang-tampang temen alumni yang hadir tadi udah pada beda banget dibandingkan waktu jaman Smp dulu :D yang cowok-cowoknya makin tampan-tampan yang cewek-ceweknya makin cantik-cantik, misalnya aja saya #Kiikkk *Keselek jengkol jayaloka*

Rekomendasi : http://jayaloka.musi-rawas.go.id/



BACA JUGA 


8 comments:

  1. Jayaloka ya? sepertinya menarik untuk dikunjungi.
    emang kak, gak ada yang paling nyaman dan menyenangkan selain rumah di kampung halaman sendiri. :3

    Salam Abon (blogger yang baik selalu meninggalkan jejak) :D

    ReplyDelete
  2. ahhh kota kelahiranku disebutkan (read : Lubuk Linggau) :D
    Sipp, gak ada tempat yang paling menyenangkan untuk pulang kecuali kota kelahiran hehe

    ReplyDelete
  3. Salam kenal kk, saya juga bloger jayaloka http://trikgo.com

    ReplyDelete

Komentar aja kaks gag bayar kok ;)