Kemarin, Hari Ini dan Esok | || Bukan manusia setengah dewi ||

Monday, October 7, 2013

Kemarin, Hari Ini dan Esok


Hari ini adalah hari esok yang kucemaskan kemarin
Dan hari ini cerah sekali,
Hingga aku bertanya-tanya mengapa aku mencemaskan hari ini kemarin
Maka hari ini aku tidak akan mencemaskan esok
Lagi pula, mungkin tidak ada akan ada esok
Maka hari ini aku akan hidupseolah esok tak ada
Dan aku akan melupakan hari kemarin


Hari ini adalah ahari esok yang kurencanakan kemarin
Dan hampir semua rencanaku untuk hari ini
berjalan seperti yang kukira kemarin
Maka hari ini aku akan melupakan esok dan aku akan
merencanakan hari ini
Teyapi tidak terlalu habis-habisan
Hari ini aku akan berhenti untuk menghidu sekuntum mawar
Aku akan mengatakan kepada orang yang kucintai
betapa aku mencintainya
Aku akan berhenti merencanakan esok dan berencana
untuk menjadikan hari ini hari terbaik dalam hidupku.

Hari ini adalah hari esok yang kutakutkan kemarin
Dan hari ini ternyata tidak ada yang harus ditakutkan
Maka hari ini akan kuenyahkan rasa takut akan hal-hal
yang tak kuketahui
Aku akan merangkul yang tidak kuketahui itu sebagai
pengalaman belajar yang penuh dengan kesempatan seru
Hari ini, tidak seperti kemarin, aku tidak akan menakutkan esok.

Hari ini adalah hari esok yang kuimpikan kearin
Dan sebagai mimpi yang kuimpikan kearin
jadi kenyataan hari ini
Maka hari ini aku akan terus memimpikan esok
Dan mungkin lebih banyak lagi mimpi yang kuimpikan
hari ini akan jadi kenyataan esok.

Hari ini adalah hari esok yang tujuannya kutetepkan kemarin
Dan aku mencapai sebagian tujuan itu hari ini
Maka hari ini aku akan menetapkan tujuan yang
sedikit lebih tinggi untuk hari ini dan esok
Dan jika esok ternyata seperti ini
Aku pasti akan mencapai semua tujuanku saat nanti!  

Ah, aku suka sekali puisi ini. 
Terkadang aku suka berlebihan memikirkan hari esok, hari yang belum bisa aku pastikan akan terjadi seperi apa. 
Yah, puisi ini mengajarkan kita untuk tidak mencemaskan hari esok. Mengapa cemas bila esok adalah yang benar-benar baru!

tb : Dikutip dari buku "Satu Tiket ke Surga - Zabrina A. Bakar-" 

4 comments:

  1. "Hiduplah bagaikan kau akan mati esok. Maka, kau akan memaknai hidup hari ini setiap menitnya" Itu lagu lenka bilang kayak gitu mba :D hoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. iiia mbag juga suka lagu itu, lebih suka lagi sama maknanya :)

      Delete
  2. bagsu sekali puisinya...kunjungan perdana, izin nyimak ya ...salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih untuk kunjungannya,.
      Salam kenal :)

      Delete

Komentar aja kaks gag bayar kok ;)